Indonesia
adalah sebuah nama bangsa yang besar, nama yang didalamnya terdapat beribu-ribu
pulau serta banyak bahasa dan suku (tidak terkecuali banyak nama partai). Namun
yang menjadi pertanyaan bagi kebanyakan orang adalah kenapa bangsa yang besar
selalu dan selalu menjadi korban dari bangsa bangsa yang sejatinya kecil?Sabtu, 19 April 2014
NGAWUR - Duh Gusti
Indonesia
adalah sebuah nama bangsa yang besar, nama yang didalamnya terdapat beribu-ribu
pulau serta banyak bahasa dan suku (tidak terkecuali banyak nama partai). Namun
yang menjadi pertanyaan bagi kebanyakan orang adalah kenapa bangsa yang besar
selalu dan selalu menjadi korban dari bangsa bangsa yang sejatinya kecil?
Bangsa
kecil adalah bangsa yang selalu merampok dan meminta-minta penghasilan bangsa
lain. Kenapa Indonesia seakan-akan mau-mau saja jika bangsa kecil-mlarat itu
berkata “...kasihanilah aku, aku butuh sedikit-banyak
batu baramu...” dengan segala kegagahan bangsa besar itu menjawab dan
mengabulkannya ”..ambillah semua yang
engkau mau... untuk mengesahkan ini kamu mau kasih berapa kepada ku..” haha
..
Minggu, 05 Januari 2014
PROF. DR. H.A.R. TILAAR, M.SC, ED.
BIOGRAFI PROF. DR. H.A.R. TILAAR
M.SC, ED
A.
Keluarga dan
Pendidikan Prof. Dr. H.A.R. Tilaar M.Sc, Ed
Henry
Alexis Rudolf Tilaar merupakan sosok yang seakan wajib dikenal bagi aktifis
pendidikan, karena dengan landasan pemikirannya yang sangat familiar dalam dunia
pendidikan Indonesia. H.A.R. Tilaar merupakan seorang pendidik, pemikir dan praktisi pendidikan yang sampai saat ini masih
produktif walaupun umur sudah tidak dikatakan muda lagi. H.A.R. Tilaar lahir di Tondano Sulawesi Utara
pada 16 Juni 1932 keturunan ketiga dari keluarga guru. Ia menamatkan pendidikan
dasarnya di SR (Sekolah Rakyat) masa kolonial, kemudian ia memasuki sekolah
pendidikan guru dan lulus dengan pujian tahun 1950 dan 1952.[1] Disela-sela
kesibukannya menjadi seorang guru, Tilaar sempat menuntaskan belajarnya dan
berhasil merengkuh ijazah Pedagogik (B-I dan B-II) dimana keduanya diselesaikan
dengan predikat pujian pada tahun 1957 dan 1959 di Bandung.[2]
kemudian ia memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Universitas Indonesia
dengan predikat cumlaude pada tahun
1961.[3]
Henry
Alexis Rudolf Tilaar merupakan sosok yang seakan wajib dikenal bagi aktifis
pendidikan, karena dengan landasan pemikirannya yang sangat familiar dalam dunia
pendidikan Indonesia. H.A.R. Tilaar merupakan seorang pendidik, pemikir dan praktisi pendidikan yang sampai saat ini masih
produktif walaupun umur sudah tidak dikatakan muda lagi. H.A.R. Tilaar lahir di Tondano Sulawesi Utara
pada 16 Juni 1932 keturunan ketiga dari keluarga guru. Ia menamatkan pendidikan
dasarnya di SR (Sekolah Rakyat) masa kolonial, kemudian ia memasuki sekolah
pendidikan guru dan lulus dengan pujian tahun 1950 dan 1952.[1] Disela-sela
kesibukannya menjadi seorang guru, Tilaar sempat menuntaskan belajarnya dan
berhasil merengkuh ijazah Pedagogik (B-I dan B-II) dimana keduanya diselesaikan
dengan predikat pujian pada tahun 1957 dan 1959 di Bandung.[2]
kemudian ia memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Universitas Indonesia
dengan predikat cumlaude pada tahun
1961.[3]Sabtu, 22 Juni 2013
SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN (Detik.com)
Pak Presiden yang baik, bila harga BBM naik, dengan
gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi Bapak akan membuat
kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan.
Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka melihat kami
mengantre panjang mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak suka itu,
Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya
uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya
untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu. Tak
perlu naikkan BBM,pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya
untukmenyelamat kan bangsa!
PEMERINTAH ATAU RAKYATNYA??
Pendidikan
merupakan aktifitas yang diwajibkan oleh agama dan juga Negara. Pendidikan merpakan
salah satu komponen penting di dalam ikut serta menjadi jaminan Negara maju dan
mundur. Pendidikan dengan berawal mulia yaitu mengembangkan potensi siswa dalam
rangka mempersiapkan masa depan yang merdeka.
Banyak
kasus dimedia (birokrasi indonesia) maupun dilingkungan kita sehari-hari masih
banyak anak usia sekolah malah turun kejalan demi beberapa rupiah receh,
kemudian secara tidak langsung yang sering menjadi sorotan public di media seperti
perilaku koruptif diakui atau tidak itulah hasil pendidikan kita yang selama
ini dijalani. Indonesia terlalu banyak orang yang gemar memampangkan diri depan
public hanya untuk kasus korupsi.
Senin, 17 Juni 2013
KORBAN PSIKIS DAN TENAGA TOLAK KENAIKAN BBM
Banyaknya
korban baik fisik maupun psikis karena akan adanya kebijakan penarikan subsidi
BBM sungguh menuai miris banyak kalangan, bagaimana tidak jika dua kubu
dibenturkan dengan alasan-alasan yang abagadabra (banyak luar biasa).
Alasan
pemerintah kenapa BBM harus naik yang memang berorientasi masa depan
perekonomian Indonesia yang lebih bak, kemudian ada lagi yaitu optimalisasi
subsidi tepat sasaran pada rakyat miskin. Subsidi pada masyarakat miskin yang
dilakukan selama ini lewat subsidi BBM dinilai kurang tepat sasaran dan bahkan
dapat dikatakan salah sasaran, karena subsidi dalam kenyataannya juga dinikmati
oleh masyarakat mampu.
Langganan:
Postingan (Atom)

